9 STRATEGI KETAHANAN BISNIS BAGI UMKM DI MASA PANDEMI COVID-19: MENGUBAH ANCAMAN MENJADI PELUANG

oleh : Arief Budiman


Posted on June 04, 2020 20:08

1389 views



Strategi Internal

1.  Mengubah Pola Bekerja menjadi Work from Home (WFH) dan Meminimalisir Interaksi Fisik dan Sosial

- Mendesain/merencanakan ulang target mingguan dan pola pelaporan aktivitas bisnis.

- Mendefinisikan ulang core business UMKM.

 2. Bangun Komunikasi dengan Internal Stakeholders (Partner, Karyawan, Investor) Secara Berkala

- Saling memberi perhatian dan semangat dengan menanyakan kondisi kesehatan, mental dan finansial.

- Berdiskusi dengan internal stakeholders (partner, karyawan, investor) tentang skenario bisnis terbaik di masa pandemi COVID-19.

3. Merencanakan Ulang Strategi Keuangan

- Berfokus pada cash flow yang sehat diatara lain dengan cara menjual stok barang di inventory dengan diskon (semi cuci gudang) dan promosi lainnya.

- Pangkas anggaran yang dirasa tidak begitu penting di masa pandemi COVID-19 seperti anggaran BBM.

- Berfokus pada pendapatan internal stakeholders (partner, karyawan, investor) 

4. Membuat Produk-Produk Baru/Tambahan yang Relevan dengan Kondisi Kebutuhan dan Perilaku Pasar di Masa COVID-19 dengan Menggunakan Sumber Kemampuan/Bahan Baku yang Telah Dimiliki untuk Mendapatkan Sumber Pendapatan Baru.

Fashion: Menciptakan produk yang berkaitan dengan perlindungan keselamatan dan kesehatan diri. Contoh: Masker dengan desain unik, kacamata pelindung, Hijab dengan tambahan fitur masker, sarung tangan, hand sanitizer, disinfektan, dll.

F&B : Menciptakan produk makanan yang lebih tahan lama dan dikemas dengan desain menarik.

Studio Digital/Desain/Animasi/Content Creator: menciptakan kontenkonten berupa aktivitas positif yang mendukung keselamatan dan kesehatan terkait COVID-19. Contoh: Menjadi penyedia jasa pengeloaan media sosial.

Aplikasi Digital: Aplikasi sederhana yang mensolusikan berbagai permasalahan yang timbul di masa pandemi COVID-19. Contoh: aplikasi thermometer digital, aplikasi terlusur jejak perjalanan, aplikasi pengiriman logistik, dll.

Event organizer: Menciptakan/ menawarkan jasa meng-organize event berbasis online seperti acara-acara ceremonial (akad/resepsi online, ulang tahun, peresmian program kerja, gedung, dll), pameran, bazaar, dll.

Seni Budaya: menciptakan pertujukan seni online seperti pertunjukan band, vocal group, kolaborasi seniman lintas bidang

5. Memindahkan Anggaran Pemasaran ke Online Channel, namun Tetap dengan Prinsip "Low Budget-High Impact"

- Menggunakan iklan berbayar (Instagram, Facebook, Youtube, Google Adsense, e-commerce, dll)

- Menggunakan influencer berbayar yang relevan dengan produk yang ditawarkan. 

Strategi Eksternal

1. Mengoptimalkan Omnichannel 

- Mengintegrasikan aktivitas bisnis pada website, aplikasi, media sosial, ecommerce, dan channel lain yang berpotensi.

- Membuat dan meningkatkan interaksi dengan konsumen melalui online channels.

- Menciptakan konten interaktif seperti, Webinar, Online Talkshow, IG Live, IG Pooling, IG TV, Quiz, Give away.

- Mem-viral-kan konten positif dengan menggunakan “tag your friends” atau “Repost to your friends”, dll.

- Menciptakan konten bertemakan fun, social, berita/informasi dalam mendukung keselamatan dan kesehatan di masa pandemi COVID-19 seperti “Stay at home”, “Physical distancing”, dll. 

2. Memberikan Informasi Penjaminan (assurance) dan Membuka Layanan Bantuan kepada Konsumen 

- Secara berkala menginformasikan jaminan kepada konsumen bahwa proses produksi dan delivery produk tersebut dilakukan secara aman sesuai protokol kesehatan COVID-19.

- Membuka channel komunikasi langsung untuk konsumen melalui email, Instagram Direct Message, WhastApp, LINE, Telegram, sms, telepon, dll. 

3. Meningkatkan Co-Opetition (cooperative in competition)/Kolaborasi dengan UMKM Lain

- Menciptakan cross-promotion/selling.

- Menciptakan product bundling.

- Berkolaborasi dengan UMKM lain dalam menciptakan produk baru.

- Membuat aksi kolektif seperti membuat gerakan sosial membantu tenaga medis, keluarga terpapar COVID-19, karyawan yang di PHK, tenaga harian lepas, dan umkm lain yang terdampak buruk akibat pandemi COVID-19.

4. Mengubah Model Pendapatan

- Menjual sebanyak-banyaknya item produk dengan harga serendah mungkin untuk merangsang konsumen melakukan pembelian berulang pada transaksi-transaksi kecil.

- Memberikan diskon, bonus, voucher dan service tambahan lainnya.

- Paket harga bundling.

- Menetapkan harga yang fleksibel tergantung jumlah permintaan (demand) dan waktu-waktu tertentu atau pemanfaatan momentum.

- Menawarkan layanan PayLater dengan menggunakan berbagai platform yang menawarkan fitur PayLater (Traveloka, OVO, Go-Pay, Shopee, Kredivo, dll)

- Memberikan layanan pay-per-use dimana konsumen hanya membayar ketika menggunakan produk (jasa) seperti memberikan jasa promosi di website, blog, akun Instagram, Facebook, Youtube, WhatsApp, LINE, Telegram, dll. 


Selengkapnya dapat diunduh disini
Search
Author
Foto Penulis

Arief Budiman

Mentor Pemasaran


MicroMentor Indonesia