Peningkatan Kapasitas Organisasi Perantara di Rantai Nilai Bisnis Inklusif


Posted on July 06, 2021 13:03

1120 views



Persoalan kemiskinan lebih disebabkan oleh rendahnya produktivitas sumber daya manusia yang kemudian berakumulasi pada rendahnya pendapatan dan kemampuan menabung. Bisnis inklusif merupakan sebuah model bisnis yang dipilih untuk memberikan solusi atas persoalan tersebut. Produk dan jasa dibangun untuk mendorong sisi penawaran masyarakat miskin guna memperkuat sisi permintaan mereka atas barang dan jasa. Intinya adalah kelompok berpenghasilan paling rendah (bottom of the pyramid) merupakan bagian dari bisnis inti. Hal ini kemudian akan memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar, menciptakan lapangan kerja, serta mendapat akses pasar dan peluang usaha baru. Korporasi diuntungkan dalam perluasan rantai nilai, perluasan pasar, dan peningkatan penjualan. Demikian pula Pemerintah mendapat manfaat berupa penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan tersedianya barang dan jasa.

Dalam praktik model bisnis inklusif memerlukan penguatan rantai nilai usaha yang melibatkan masyarakat. Penelitian membuktikan bahwa masyarakat yang bergabung/ berjejaring/teragregasi dalam satu badan usaha berbadan hukum/koperasi lebih memiliki posisi tawar dengan pihak konsumen/buyer dibanding mereka sebagai individual. Dengan tergabung dalam sebuah organisasi/lembaga perantara, maka penyedia barang/jasa memiliki daya tawar (bargaining power) dan peran lebih besar dalam penentuan harga dan keputusan inovasi produk sesuai permintaan pasar.

Peran lembaga perantara tersebut juga sangat penting dalam memperkuat rantai nilai bisnis inklusif. Lembaga ini terlibat dalam setiap tahap pengambilan keputusan atas dasar permintaan pasar dan penawaran produk sehingga akan memperkuat peran masyarakat tidak hanya dalam aspek ekonomi namun juga sosial. Panduan Peningkatan Kapasitas Organisasi Perantara di Rantai Nilai Bisnis Inklusif ini disusun untuk mendorong peningkatan kapasitas lembaga perantara melalui penguatan kemampuan wirausaha lokal yang tangguh, kreatif, dan inovatif dalam mengelola lembaga perantara. Ini merupakan sebuah prasyarat penting dalam peningkatan kapasitas sebuah lembaga masyarakat


Selengkapnya dapat diunduh disini
Search